Allah SWT berfirman dalam QS.Ali Imran: 26-27:
قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Artinya:
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan
kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari
orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan
Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala
kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa Allahlah yang
memiliki kerajaan ataupun kekuasaan, Allahlah yang menentukan memberikan
kekuasaan dan mencabut kekuasaan itu. Allah juga menerangkan ada 2 jenis pemimpin.
Pemimpin yang dimuliakan Allah dan Pemimpin yang dihinakan oleh Allah SWT.
Sebagai seorang pemimpin, kita diberikan pilihan oleh Allah,
mau menjadi pemimpin yang dimuliakan atau pemimpin yang dihinakan?
Sumber Gambar: Freepik.com
Pemimpin yang dimuliakan ialah pemimpin yang ketika
mendapatkan amanah, menjalankan amanahnya dengan baik dan mengikuti apa yang
diperintahkan Allah dan menjauhi segala yang dilarangnya. Sebagaiman para Nabi
dan Khalifah terdahulu yang telah mencontohkan.
Pemimpin yang dihinakan adalah pemimpin yang ketika mendapatkan
amanah namun menjalankan amanah tersebut dengan melanggar perintah-perintah Allah,
sebagaimana dicontohkan oleh Fir’aun. Ia diberikan kekuasaan namun
menggunakannya dengan tidak amanah dan melanggar ketentuan-ketentuan Allah.
Sekarang, ingin jadi pemimpin yang dimuliakan atau yang
dihinakan?
